Universitas Al Azhar Indonesia Persembahkan Drama Musikal Karya Buya Hamka, “Van Der Wijck”

Diposting pada

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text]

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Universitas Al Azhar Indonesia, Rascacielos Choir (RASCHO) mempersembahkan sebuah drama musikal berjudul “Van Der Wijck”. Cerita “Van Der Wijck” merupakan sebuah adopsi dari sebuah buku berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” yang merupakan karya seorang pendiri dari Yayasan Al Azhar Indonesia, juga seorang ulama, sekaligus sastrawan legendaris Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, pemilik nama pena Hamka.

Sebuah drama berkisahkan perihal suatu benturan budpekerti, tradisi, dan strata sosial dalam sebuah kekerabatan cinta dua sejoli yang berbeda suku dan budpekerti. Dikemas dalam bentuk klasik modern, drama musical “Van Der Wijck” dipersembahkan oleh RASCHO ini bertujuan untuk menyuguhkan suatu wawasan dan pengetahuan dari seorang BUYA HAMKA ihwal akhlak istiadat suku Minang dan Bugis, yang menjadi benang merah dalam permasalahan kisah cinta antara Zainudin dan Hayati.

Diselenggarakan tepat pada hari ini (12/01), di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Kali ini, drama musikal “Van Der Wijck” ditampilkan dalam tiga sesi show, dan berbeda dengan pertunjukan drama musikal yang diselenggarakan oleh RASCHO sebelumnya.

Musik dan lagu pada pertunjukan kali ini diciptakan dan dibawakan oleh pelatih dan conductor RASCHO yakni Dessy Shophianty dan di-direct oleh pengajar teater Wahyudi Abdul Aziz, keduanya merupakan instruktur yang turut membesarkan pertunjukkan drama musikal “Van Der Wijck” ini.

Dengan diadakannya pertunjukkan ini diharapkan dapat mempengaruhi para penonton dan tamu yang tiba serta membuka pikiran mengenai hukum dalam setiap etika istiadat yang ketat. Kemudian, dapat dinikmati oleh para audience bahkan lintas generasi, dan pesan yang terdapat dalam drama musikal ini tersampaikan dan bisa memberikan pencerahan, mendapat apresiasi, dan diambil nasihat yang terkandung di dalamnya.

(Amel, foto by Redaksi)

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]