Telegram Baru Saja Rilis Fitur Baru, Mirip Dengan Discord

Telegram Baru Saja Rilis Fitur Baru, Mirip Dengan Discord

Diposting pada

Resimcity.com – Mengutip dari informasi yang redaksi lansir dari laman The Verge, aplikasi pesan instan Telegram dikabarkan baru saja merilis fitur baru berupa obrolan suara grup, mirip dengan fitur yang ada di Discord.

Dalam informasi tersebut juga disebutkan, jika fitur obrolan suara ini akan selalu tersedia, sehingga nantinya pengguna dapat masuk dan keluar dari obrolan suara grup, sama halnya dengan yang terdapat di platform Discord.

Fitir obrolan suara yang baru saja dirilis Telegram ini, mampu menampung “beberapa ribu peserta”. Itu artinya, fitur tersebut dapat digunakan untuk grup yang lebih besar dengan jumlah perseta yang cukup banyak, misalnya digunakan untuk melakukan live yang menyertakan obrolan suara.

Fitur ini hadir dengan disematkan bagian atas obrolan grup, dimana jika fitur ini diaktifkan maka akan memungkinkan pengguna siapa saja untuk bergabung dalam percakapan secara bebas.

Sementara untuk pengguna desktop komputer baik untuk OS Windows maupun Mac, pengguna juga dapat menggunakan tombol PTT (push-to-talk) untuk obrolan suara guna mengontrol input mikrofon yang digunakan.

Selain itu, pengembang Telegram juga telah menghadirkan fitur voice chat overlay untuk pengguna dengan basis sistem operasi Android, yang akan muncul sebagai widget mengambang di seluruh sistem saat diaktifkan oleh pengguna.

Dengan fitur, memungkan penggunanya untuk melihat siapa yang berbicara secara langsung atau pengguna yang sedang mengoperasikan mikrofon, dan opsi mute saat Telegram berjalan di latar belakang sistem operasi.

Untuk fitur baru berupa oborlan suara di gruop, fitur ini hanya bisa diaktifkan oleh admin group dengan menyetelnya di menu pengaturan group.

Pihak Telegram juga menyatakan jika perusahaan akan menambahkan fitur berbagi video dan layar dalam beberapa minggu mendatang.

Sekedar informasi, saat ini aplikasi perpesanan Telegram sudah digunakan hampir 500 juta pengguna diseluruh dunia.

Aplikasi besutan Pavel Durov ini juga dikabarkan akan memonetisasi layanannya dengan  menyertakan iklan dalam aplikasi Telegram.

Menurut Durov, Telegram akan menjadi platform yang ramah pengguna, menghormati privasi, dan memungkinkan mereka menutupi biaya server dan traffic dengan iklan yang ada, ungkapnya seperti dikutip dari laman The Verge.