Tanggapi Isu Kebocoran Data, Bos Clubhouse: Informasi Ini Menyesatkan dan Palsu 

Tanggapi Isu Kebocoran Data, Bos Clubhouse: Informasi Ini Menyesatkan dan Palsu 

Diposting pada

Jakarta, Resimcity.com – CEO Clubhouse Paul Davison membantah jika platform gubahanya itu mengalami kebocoran data. Bahkan dirinya dengan tegas mengkalim jika laman berita CyberNews yang mengangungkan isu adalah informasi palsu.

Cyber​​News dalam laporanya menyebut sosial media berbasi audio itu alami kebocoran database SQL dengan ID pengguna, nama, nama pengguna, akun Twitter dan Instagram, serta jumlah pengikut yang diposting ke forum peretas online. Namun dalam laporan itu, tidak tampak informasi sensitif pengguna seperti misalnya nomor kartu kredit termasuk di antara info yang bocor.

Baca juga: 1,3 Juta Data Pengguna Clubhouse Alami Kebocoran!

“Informasi ini menyesatkan dan palsu, ini adalah artikel clickbait, kami tidak diretas. Data yang dirujuk adalah semua informasi profil publik dari aplikasi kami. Jadi jika ditanya apakah Clubhouse mengalami kebocoran data, maka jawabannya pasti tidak,” terang Paul.

Bahkan laporan dari laman berita itu tidak main-main, mereka juga  menyebut soal kebocoran data pribadi 500 juta pengguna LinkedIn  kini telah diposting secara online. Perusahaan milik Microsoft itu pun turut membantahnya.

Berita itu datang hanya beberapa hari setelah diketahui ada data pribadi sekitar 533 juta pengguna Facebook yang bocor secara online, dan dapat diperoleh secara gratis. Data yang bocor di platform miliki Mark Zuckerberg itu ialah nomor telepon pengguna, tanggal lahir, lokasi, alamat email, dan nama lengkap.

Baca juga: Perkuat Peran UU PDP, Lembaga Pengawas Independen Perlu Dihadirkan

Tentu diseretnya Clubhouse, platform yang tengah dipuncak popularitas itu bak petir di siang bolong, sangat mengejutkan. Apalagi Clubhouse memiliki tahun pertama yang mengesankan dan sudah ada lebih dari 10 juta yang mengunduh.

Fitur yang dihadirkan platform ini pun turut menginspirasi banyak platform sosial media yang ada, untuk mengadopsi pola yang Clubhouse miliki, sebut saja seperti Twitter, LinkedIn, Facebook, Discord, Spotify, dan Slack semuanya telah berusaha menghadirkan fitur serupa.