Supaya Nggak Boros, Yuk Mencar Ilmu Dari Film Ini

Diposting pada

Siapa yang tak bahagia jikalau mampu membeli semua barang yang diinginkan. Jika bisa, semua orang pasti ingin bisa membeli barang kesukaannya tanpa harus memikirkan kehabisan uang. Setiap kali pergi jalan-jalan dan menemukan barang bertuliskan sale, itu yang sangat menarik hati akidah ya, lifestyler. Terlebih, kini sudah ada online shop yang semakin menciptakan kita kalang kabut untuk menahan godaan belanja.

Yah, memang buat menahan untuk tidak membeli barang yang kita inginkan itu tidak mudah, apalagi detik-detik awal bulan, atau sesudah gajian. Rasanya ingin membeli semua barang yang sudah ditahan-tahan sejak usang.

Tapi, kebiasaan membelanjakan barang yang tidak perlu itu mampu menjadi kebiasaan jelek loh. Orang yang aneh shopping atau shopaholic biasanya mudah terpengaruhi dengan barang-barang yang dipajang, terlebih di etalase mall atau toko. Hanya dengan sekali melihat, seorang shopaholic pribadi mempunyai hasrat untuk membelanjakan uangnya.

Barang yang dibeli pun belum tentu dibeli karena keperluan, dan itu bisa dibilang boros dan membuang-buang uang untuk hal yang kurang penting. Berhenti menjadi seorang shopaholic memang sangat sulit, namun kau bisa belajar dari film “Confessions Of A Shopaholic”.

Film ini menceritakan wacana seorang gadis yang bekerja menjadi wartawan di sebuah majalah bercocok tanam, namun ia mempunyai hobby berbelanja. Rebecca Bloomwood (Isla Fisher) ini bantu-membantu bermimpi untuk bekerja di majalah fashion ‘Alette’. Namun sayang, sesudah beliau wawancara dengan ‘Alette’, posisinya sudah diisi oleh orang lain.

Saking ajaib dengan belanja, kartu kreditnya sampai harus ditolak alasannya adalah sudah limit ketika ignin membeli sebuah scarf berwarna hijau. Ia pun berusaha mendapatkan uang demi mampu membeli scarf hijau itu.

Singkat kisah, beliau pun mengalami perjalanan hidup yang tak mudah. Dililit hutang dari kartu kredit akibat belanja, tidak mempunyai pekerjaan, kesal alasannya barang yang dibelinya ternyata palsu, hingga pada risikonya beliau harus menjual semua barang bermerknya, dan menetapkan berhenti menjadi seorang maniak belanja, sehingga ia pun mampu menjadi wangsit bagi orang lain.

Wah, perjalanan hidup memang tidak gampang ya, lifestyler. Dari film itu kita bisa belajar untuk membelanjakan uang kita dengan bijak dan baik. Meskipun sudah dirilis semenjak lama, film tadi memang wajib ditonton nih, buat kalian yang mau berguru untuk tidak menghambur-hamburkan uang. Berbelanja untuk kesenangan memang boleh, tapi jangan kelewat batas yah. Lebih baik kalian juga menabung buat era depa kalian kan.

(Sanchia